Our Review
IT and Science
Jam berapa sekarang? | Jam berapa sekarang? |
Hari Minggu ini (04 November 2007) rekan-rekan di Amerika sibuk memundurkan kembali jamnya sebanyak 1 jam karena masa-masa Daylight Saving Time (DST) atau Summer Time (bagi yang tinggal di Eropa) sudah selesai. Sesuai dengan Energy Policy Act (2005) yang ditandatangi oleh presiden Amerika George W. Bush, DST dimulai pada hari Minggu kedua bulan Maret 2007 dan berakhir pada hari Minggu pertama bulan November 2007. Banyak cerita lucu dari mereka yang telah tebiasa dengan DST selama beberapa bulan. Ketika waktu kembali ke normal, ada yang bangun kepagian, ada yang merasa mual-mual, dan banyak dari mereka yang lupa untuk mengkalibrasi jam pada sistem alarm mereka. Apa itu Daylight Saving Time?Ini saya ambil dari situs milik rekan saya Febdian Rusydi. Bagi anda kaum Muslim yang ingin mengetahui khazanah ilmu pengetahuan berdasarkan Al Quran, situs Febdian amat saya rekomendasikan. Di daerah-daerah empat musim ada perjanjian pergantian waktu pada saat pergantian musim dingin ke musim panas dan musim panas ke musim dingin. Di Amerika Serikat ini disebut Daylight Saving Time (DST) dan di Eropa disebut Summer Time. Selama masa DST atau Summer Time, semua jam dirubah satu jam lebih cepat daripada waktu sebenarnya, sehingga secara efektif memindahkan satu jam (keadaan terang) dari siang ke malam hari. Kenapa? Tujuannya adalah untuk memanfaatkan sebaik mungkin kondisi waktu siang yang lebih panjang daripada waktu malam. Bagi kita yang tinggal di daerah khatulistiwa, tentu tidak pernah mengalami hal ini. Lama siang dan malam adalah sama, sekitar 12 jam. Namun, perbedaan lama siang dan malam signifikan terasa pada daerah yang mendekati Kutub Utara atau Selatan. Bayangkan, pengalaman saya saat tinggal di Columbia (Maryland) durasi 2001-2002, saya berpuasa hanya 11 jam: Subuh nyaris pukul 6 am, dan berbuka nyaris pukl 5 pm. Di Indonesia, rata-rata berpuasa adalah 13 jam: subuh sekitar pukul 5 dan berbuka sekitar pukul 6. Menurut penelitian, energi (terutama listrik) paling banyak dipakai saat menjelang tidur dan saat bangun. Dengan memajukan malam satu jam lebih cepat pada musim panas (ketika siang lebih lama daripada malam), maka malam hari akan menerima cahaya lebih banyak1. Dengan demikian, jumlah pemakaian energi (untuk penerangan misalnya) pada malam hari jauh berkurang. Sudah banyak penelitian yang mendukung pernyataan ini dan menjadi sebuah fakta. Saat Amerika Serikat mengalami krisis energi tahun 1973, Amerika Serikat mengalami penghematan sebanyak USD 28 Juta. Asal muasal ideAdalah Benjamin Franklin yang mengusulkan untuk bangun lebih cepat pada saat musim panas. Saat itu dia sedang melakukan perjalanan lawatan ke Prancis sebagai seorang diplomat Amerika Serikat. Idenya ini ditulis dan dipublikasikan oleh Journal de Paris terbitan 26 April 1784. Tapi, Franklin tidak mengusulkan untuk merubah waktu satu jam lebih cepat. William Willet secara serius menyikapi ide Franklin dan Juli 1907 menerbitkan pamflet The Waste of the Daylight. Dalam pamflet itu, Willet mengusulkan untuk mempercepat waktu 1 jam di setiap musim panas. Tidak mudah bagi Willet untuk mengejewantahkan idenya ini. Jermanlah yang pertama kali memakai saat Perang Dunia I (30 April - 1 Oktober 1916). Kemudian diikuti Inggris yang awalnya menolak (21 Mai - 1 Oktober 1916). Setelah itu ide ini diadopsi oleh Amerika Serikat (31 Maret- 1 Oktober 1918). Setelah terbukti banyak manfaat dari segi ekonomi, maka kemudian banyak negera empat musim mengadopsi ide DST. Willet kemudian diangkat sebagai "Investor of DST" - bukan Franklin yang sering diucapkan sebagian orang. Jam AtomKalau kamu melihat jam tua yang menggunakan pendulum, ayunan yang tetap dari pendulum tersebut berguna untuk menjaga waktu. Tetapi kecepatan ayunannya dapat berubah karena kelembaban dan temperatur di sekitarnya. Sebuah Jam atom bekerja menyerupai jam tua tersebut. Atom memiliki resonansi, getaran dan setiap elemen dari tabel periodiknya bergetar pada frekwensi yang berbeda. Jadi bayangkan ayunan pendulum sebagai ayunan getaran pada atom yang tetap, yang juga dapat menjaga ketetapan waktu seperti pada jam tua, tetapi dengan akurasi yang jauh lebih tepat dan tidak dipengaruhi oleh perubahaan lingkungannya.
| ||||||||||||||
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


