Our Review
Lifestyle
Bohong yang Cantik? | Bohong yang Cantik? |
Dear friends... Kebohongan! Kita amat sering menggunakan itu untuk sampai-sampai kita tidak menyadarinya. Berbohong untuk perlindungan, menggoda, meyakinkan, menghancurkan, untuk kebaikan atau keburukan.. dimana saja dan kapan saja kita sering melakuan itu. Apakah bohong itu buruk? Sulit untuk mengatakan pada seseorang bahwa si dia lebih cantik daripadanya - jika kamu mencintai dia? Tetap saja bagaimanapun jenis kebohongan, itu adalah suatu muslihat dan beberapa darinya adalah murni "evil".
Dari daftar tersebut, jelas bahwa tidak ada kekurangan dari signal-signal tersebut. Untuk mengetahui hal-hal tentang "apakah ia berbohong?", terlebih dahulu kita harus mempelajari tentang manusia dan mengapa signal-signal tersebut terjadi. Canggung dan kegugupan adalah kuncinya. Ketika orang sedang berbohong, ia menempatkan dirinya pada kondisi stress, adrenaline mengalir deras, detak jantung berdegup cepat, otot mengeras, pupil mata mengecil atau keinginan untuk mendapatkan nikotin dari rokok dan bernafas cepat. Hal-hal inilah yang mendasari penemuan dari mesin "Lie Detector".
Seorang pembaca bahasa tubuh yang berpengalaman tidak butuh sebuah mesin! Kitapun dapat membaca hal-hal tersebut dengan mudah karena amat jelas terlihat kalau kamu melihatnya di tempat yang tepat karena perubahan fisik yang berubah-ubah. Di negara barat misalnya, sejak kecil anak-anak diajarkan untuk menatap mata saat berbicara, dan jika berbohong tutupi mulut dengan tangan. Sebaliknya dengan adat timur, tidak sopan menatap mata yang lebih tua jika berbicara dan jika berbohong anak-anak terlihat dari ekspresinya yang tiba-tiba menangis sambil bicara. Hal-hal itu akan terbawa sampai kita dewasa sehingga secara tidak sadar kita fisik kita akan "menghianati" kebohongan kita sendiri. Signal Dasar KebohonganSebelum kalian meneruskan membaca tentang signal dasar kebohongan, aku peringatan sedikit, bahwa signal-signal yang mengindikasikan seseorang berbohong umumnya berkaitan dengan stress. Beberapa temanku misalnya yang bekerja di tempat dengan tingkat stress yang tinggi, lebih nyaman dalam berbohong dan signalnya amat kecil. Signal dasar tersebut antara lain : SuaraManusia memiliki komunikasi verbal menggunakan suara dibanding dengan gerak tubuh, sehingga lebih mudah berbohong menggunakan ucapan kata-kata. Signal ini perlu sekali kamu pelajari karena saat ini komunikasi banyak dilakukan melalui telepon / handphone sehingga kamu hanya mengandalkan pendengaranmu saja. Konsentrasilah pada saat ingin menguji apakah lawan bicaramu berbohong.
Penyebabnya adalah otak manusia berusaha untuk tetap mempertahankan sehingga membuat pembicaraan menjadi kehilangan spontanitasnya dan kecepatannya. Juga karena sang pembicara menjadi lebih hati-hati karena takut jika keceplosan atau salah bicara. Kegugupannya juga berefek pada nafas yang menimbulkan sedikit gagap. Tetapi seorang pembohong ulung mempelajari hal ini dan belajar untuk "percaya diri" terhadap kata-katanya sendiri. Badan Mengeras - KakuSignal ini terlihat jelas, tubuh pembohong akan terlihat mengeras dan menjadi sedikit kaku. Hal itu disebabkan oleh ketegangan pada otot-otot tubuh pada saat seseorang berusaha untuk merubah "animasinya" atau gerak tubuhnya agar dapat mempertahankan kebohongan yang dikatakannya. KegelisahanPembohong yang belum berpengalaman kadang terlihat gelisah, menghentak-hentakan kaki, memutar ballpen atau benda-benda disekitarnya, memainkan jari-jarinya dan terlihat dari posturnya bahwa ia tidak nyaman.
| ||||||||||||
|
No comment posted
| Berikutnya > |
|---|


