| Written by Donna, on 11-03-2008 11:39 |
| Views |
814  |
|
|
|

Dear my fairy friend.. Mendengar puisi dan membaca karya sastra monolog kadang menyejukan hati atau bahkan menjadi gambaran batin kita, saat melukiskan ekspresi karakter yang berbicara pada dirinya sendiri dengan penuh perasaan, kadang kita merasakan apa yang menjadi gejolak hati karakter tersebut.
Solilokui.. Emosi, pikiran yang paling dalam dan motivasi tanpa melibatkan orang lain, merupakan kekuatan penciptaan sebuah karakter. Seperti Shakespeare dan Goethe menggunakan ini sebagai efek yang memperkuat personaliti karakter ciptaanya. Drama Hamlet "To be or not to be..." amat terkenal dan merupakan soliloquy bersejarah.
Adikku yang satu ini bernama Kenz, saat ini sedang menyusun sebuah buku yang luar biasa romantis, penuh dengan keindahan kata dan bait-bait puisi cantik yang mempesona. Beberapa monolog dan frasa darinya kali ini aku coba persembahkan buat kalian, semoga dapat menjadi sebuah renungan yang mengilhami dan berharga
"Bahasaku; Fatamorganaku.."
Kuteringat hati
Yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi
Cinta..
[Sebelum Cahaya: Letto]
dear my lovely fleur..
Ribuan jejak, satu langkah yang terasa.. Hari dulu, besok, atau lusa selalu kan ada cinta yang mendoakan hidupmu. Dan aku di sini, di fairy vearth yang bening, menunggu aletheia menerjemahkan setiap denyut solilokui perjalanan kita.
Tapi, hari ini rasanya ingin kumengadu. Perihal waktu yang kurasa begitu memburuku. Menjelma berat beban yang menelikung lurus pundakku. Dan tak jua bisa reda sejenak meski di mimpiku.. atau barangkali perihal kita yang tengah tertegun, menekuni kabut peristiwa, dan dihimpit gulita sebelum cahaya..
Aku hampir menyerah, terisak kalah.. nalar yang lumpuh, hati yang lusuh.. Membayangkan engkau yang kan menjauh. Mengingat keinginan yang luka sebelum sempat terbaca.. meski di sana ada hasrat yang hanya terungkap lewat kata, kau dan aku kan selalu bersama..
Tapi seringkali sejenak waktu membuatku labil.. bahwa kearifan peristiwa mangajarkanku hal itu akrab dengan fairytopia kita.. aku tak ingin terus bermimpi.. aku ingin hidup dalam kenyataan akan cita-cita itu. Dan, tentu kau pahami, bila ia tak kunjung terjadi, maka tak ada lagi yang tak lekang pada diri.. aku tlah mati..
Duh, frasa ini semakin singkat.. Aku ditinggalkan kata-kata.. Bahasaku telah menjadi fatamorgana.. dan hanya cinta yang membuat aku selalu teguh di sana..
Bandung pagi..
ur’s
ar_kenz
Beberapa hal yang amat terasa dalam adalah pada saat sebelum cerita di atas dilantunkan, saat Kentz berbicara tentang perempuan dalam monolognya...
Solilokui 1
Kadang aku ingin melipat jasad..
Di keheningan malam yang senyap..
Menunggu dan menunggu,
Sebuah jeda yang semakin sayu..
Perempuan..
Dan hadirmu beningkan solilokui ini,
Sebab dalam sunyi,
Aku tak bisa bernyanyi sendiri..
Solilokui 2
Ada yang sempat tak terucap,
Meski hening belum menyergap..
Di sini, si surau yang berpeluh,
Seribu dendam jatuh,
Seperti firman yang jauh..
Saudaraku..
Ternyata dalam sunyi,
Kita harus bernyanyi sendiri..
Solilokui 3
Membaca solilokui ini,
Hanya ada jelaga tak berperigi..
Aku ingat pernah menelan api,
Mengalirkan nyali,
Mengubur nurani, hingga mati
Dalam hari-hari yang nyeri..
Sedang aku ingin kembali,
Kembali menantang mentari..
Solilokui 4
Katakan solilokui ini hanya
Hamparan gulita rasa percuma
Batas upaya diri di jelang senja
Sebelum lelap hadir menerka..
Namun, tidakkah ia pernah berarti,
Retakan sesal dan nestapa yang mengunci
Setelah mauvaise foi ini tak lagi berdiri
Pada sejuk, pada api..
Dan sekali lagi, aku hanya harus berhenti..!
Untuk lebih mendalami lagi apa yang mengilhami Kenz dan menjadi gejolak dan kecamuk pikirannya silahkan klik link-link di bawah ini.
( Perhatian frasa-frasa ini dapat meracuni otak! Hanya untuk 17 Tahun Ke Atas )
1. Ayat-Ayat Salju..
2. Armor Fati Hati..
3. Aleitheia...
4. Fairy Vearth...
5. Granary Esok Hari..
6. Catatan Jarak; Mei dan Aku..
7. Aku Di Sini..
Teruslah berkarya adikku, kamu tidak sendiri, Aku dan teman-teman disini selalu menyertaimu.
|