| Written by Donna, on 06-03-2008 12:44 |
| Views |
1481  |
|
|
|

Dear friends..Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) amat berbahaya, membawa polusi, amat mahal dan tidak dapat diperbaharui. Sampai saat ini belum ada solusi yang aman untuk menghapus sampah radiasi yang ada di seluruh dunia ini. Industri nuklir ibarat dinosaurus raksasa yang menghabiskan triliunan rupiah dan meninggalkan warisan racun yang juga akan menghabiskan triliunan rupiah untuk mengurusnya. Seperti halnya industri yang usang, PLTN hanya mensuplai sedikit saja dari suplai energi dunia. Dengan jumlah reaktor yang sudah menua dan mulai terhapus dari bumi ini.
Ingatkah kamu dengan bencana Chernobyl? Malapetaka yang terjadi duapuluh tahun lalu oleh sebab PLTN. Dan dilaporkan bahwa konsekuensi bencana tersebut pada manusia tidak terhitung jumlahnya. Lebih dari 250.000 kasus kanker dan hampir 100.000 kematian karena kanker yang terkait dengan bencana tersebut.

Ratusan orang berdiri bersama membentuk tulisan "CLEAN ENERGY NOW " (Energi Bersih Sekarang) di tempat yang akan di jadikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di daerah Muria. Pemerintah Indonesia tetap merencanakan untuk membangun PLTN pertama Indonesia walaupun tempat tersebut rawan gunung berapi dan gempa yang bertentangan dengan masyarakat setempat dan para kelompok-kelompok lingkungan hidup.
Nuklir memiliki Reputasi yang kotor bagi dunia industri, tetapi tidak menghentikan para pendukung untuk melakukan re-branding PLTN sebagai solusi sumber energi murah dan aman. Dengan mengendarai isu Perubahan Iklim, para pelobi nuklir saat ini memasuki media masa secara sistematis untuk menyebarkan isu bahwa "Energi nuklir adalah solusi untuk masalah perubahan iklim". Untuk terlebih dahulu mendapatkan solusi yang benar dari implementasi kegilaan PLTN dan kiris perubahan iklim adalah : Efisiensi Energi dan Energi Yang dapat diperbaharui.
Juru kampaye Greenpeace Tara Buakamsri, mengatakan:
"Banyak sekali keoptimisan di katakan pada lobby-lobby yang ternyata lebih banyak teorinya di bandingkan kenyataan. Telah terbukti bahwa tenaga nuklir hanya menimbulkan permasalahan ekonomi dan merugikan lingkungan di seluruh dunia"
Pemerintah Indonesia seharusnya tidak jatuh dalam perangkap. Cobalah kita berkaca dari apa yang telah terjadi di Chernobyl sebelum memutuskan untuk pembangunan PLTN di Indonesia.
"Pemerintahan yang baru ini seharusnya tidak membuang-buang uang hanya untuk mencari tahu apa yang sudah mereka ketahui. Seharusnya dana tersebut dapat di gunakan untuk sesuatu yang dapat memperkenalakan dan melindungi lingkungan dari perubahaan iklim dan keamanan lingkungan” ujar Tara.
Bahkan organisasi muslim terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) sudah menolak rencana pemerintah Indonesia untuk membangun PLTN di Jepara, Jawa tengah, Keputusan NU mengutip dari tingginya perlawanan dari masyarakat. Negara Indonesia berada di cicin api (di kelilingi pegunungan api), dimana Gempa dan gempa volkanik sangat sering terjadi.

Nur Hidayati, Energy Campaigner of Greenpeace Southeast Asia, called on President Susilo Bambang Yudhoyono to abandon plans to build nuclear power plants in Java and Madura in the light of the Chernobyl nuclear catastrophe.
AYO KITA CEGAH ANCAMAN NUKLIR DI INDONESIA!!
Kamu bisa ikut berpartisipasi mencegah hal tersebut dengan mengirim surat langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono. Klik gambar dibawah ini yang akan mengantarkan kamu ke form email, lengkapilah isinya dan cek kotak masuk di email kamu untuk melakukan validasi. Kirim Sekarang Juga!

Foto dan sumber : http://www.greenpeace.org/seasia/id/
|